Monday, September 4, 2017

Mengenali dan Menangani Sakit Perut Berulang pada Anak

Sakit perut merupakan hal yang lumrah diderita oleh anak-anak. Biasanya, masuk angin, terlambat makan, intoleransi makanan atau susu menjadi penyebabnya. Tetapi, sakit perut bisa menjadi tanda adanya masalah yang serius  pada organ dalam perut. Seperti radang usus buntu, infeksi saluran kencing, bahkan peritonitis. Sebagai orang tua sebaiknya mengenali gejala dan tanda sakit perut pada anak, sehingga bisa menangani sebelum menjadi fatal.

Sakit perut yang berulang pada anak bisa berupa sekedar rasa tidak nyaman atau sebah hingga rasa nyeri yang jelas lokasinya, bahkan bisa berupa nyeri hebat yang menyebabkan anak bisa meringis, menangis, pucat dan memegang perut sampai membungkukkan badan.

Menurut dr Fatima SA SpA, dokter anak dari RSCM Jakarta, berdasarkan penyebabnya, sakit perut digolongkan menjadi organik dan fungsional yang memiliki ciri yang berbeda. Apabila terdapat kelainan pada organ-organ dalam perut, misal: gangguan lambung, gangguan usus dan saluran kemih, maka disebut sakit perut organik. Sedangkan yang fungsional atau yang bukan organ, biasanya dipicu oleh psikologis, misal stress dan fobia.  Selaras dengan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Juffrie SpA.K, Ph.D, dokter anak dari RSUP Sardjito Jogjakarta,  sakit perut yang mendadak dan jangka waktu pendek atau akut pada anak dihubungkan dengan kelainan organ, sedangkan jika berlangsung lama (paling sedikit 12 minggu) atau berulang lebih merupakan kelainan bukan organ.

Sakit Perut Berulang Pada Anak
Ilustrasi : Sakit Perut Berulang pada Anak


Macam Sakit Perut Berulang pada Anak

1.  Dispepsia
Dispepsia merupakan sensasi rasa tidak nyaman pada perut terutama bagian atas yang tidak berhubungan dengan pola BAB dan bentuk tinja. Rasa tidak nyaman tersebut bisa berupa rasa penuh, cepat kenyang, sendawa hingga mual muntah.

2. Irritable Bowel Syndrome
Kumpulan gejala rasa tidak nyaman yang berhubungan dengan pola BAB dan bentuk tinja. Setelah BAB, keluhan ini akan hilang. Jika keluhan ini disertai diare, rasa sakit pada malam hari, demam, penurunan berat badan maka patut dicurigai adanya kelainan organ.

3. Erofagi
Gangguan ini disebabkan oleh tertelannya udara secara berlebihan yang menyebabkan perut menjadi kembung sehingga mengganggu masuknya makanan atau minum. Ditandai dengan sendawa dan kentut yang sering dan akan hilang pada saat tidur. Kecemasan bisa menyebabkan perilaku menelan yang berlebihan.

4.  Migren Perut
Sakit perut ini dihubungkan dengan sakit migren kepala. Nyeri perut terutama di daerah garis tengah perut, muncul beberapa jam hingga beberapa hari, serta diselingi periode tidak sakit selama beberapa minggu. Terdapat juga keluhan lain yang menyertai (minimal 2) seperti sakit kepala, fotofobia, riwayat migren dalam keluarga, sakit kepala sebelah dan aura.

5. Sakit Perut Fungsional
Sakit perut ini muncul dipicu oleh faktor non organik, misal stress atau fobia. Rasa sakit berlangsung kurang dari 1 jam, bahkan hanya beberapa menit. Dirasakan di perut bagian tengah, berlangsung terus menerus, tidak berhubungan dengan makan, BAB, ataupun menstruasi. Dalam dunia medis, kondisi ini termasuk psikosomatis, yang artinya gangguan tubuh yang dipicu oleh gangguan psikologis.

Bagaimana mengenali ciri sakit perut yang berulang pada anak?

Memang agak sulit bagi orang tua untuk membedakan sakit perut biasa dengan sakit perut berulang pada anak. Cara membedakannya adalah dengan melihat seberapa sering dan lama sakit perutnya. Sakit perut berulang timbul minimal tiga kali  dalam jangka waktu tiga bulan berturut-turut yang berakibat terganggunya aktivitas sehari-hari. Untuk mendiagnosis perlu anamnesis yang teliti dengan memperhatikan hal-hal berikut

  1. Riwayat keluarga, Apakah orang tua juga mempunyai riwayat sakit perut berulang yang sama. 
  2. Pemeriksaan fisik yang meliputi lokasi  dan intensitas nyeri, frekuensi dan bilamana nyeri perut muncul
  3. Cari apakah ada tanda-tanda kegawatan
  4. Bila perlu, dilakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi dan endoskopi.

Jika pemeriksaan di atas menunjukkan hasil negatif, kemungkinan besar sakit perut berulang pada anak adalah sakit perut fungsional.

Bagaimana  Cara Menangani Sakit Perut Berulang pada Anak?

Pengobatan sakit perut berulang pada anak harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jangan terburu-buru untuk melakukan pemeriksaan penunjang. Banyak orang tua karena saking khawatirnya dengan kondisi anaknya, setiap memeriksakan anaknya, mereka minta foto ronsen perut. 

Dikarenakan sebagian besar kasus sakit perut berulang pada anak adalah bukan gangguan organik, maka komunikasi anak dengan orang tua sangat diperlukan. Selain obat-obatan, penjelasan tentang penyakitnya bisa membantu proses penyembuhan. 

Pada kasus ini, pengobatan diberikan untuk mendapatkan rasa aman pada penderita dan keluarga sehingga dapat mengatasi rasa sakit perut. Sakit perut yang berulang bila tidak segera ditangani akan menimbulkan komplikasi gangguan aktivitas, gangguan pola makan karena nafsu makan yang turun, bahkan tumbuh kembang juga terganggu.


Referensi
1. majalah Dokter Kita 2004
2. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sakit-perut-berulang-pada-anak-2
3. http://www.med.umich.edu/yourchild/topics/abpain.htm
4. http://www.aafp.org/afp/1999/0401/p1823.html

No comments:

Post a Comment