Saturday, September 2, 2017

8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita

Penyebab sakit perut dapat bervariasi dari yang ringan misal gangguan pencernaan, hingga kondisi yang serius seperti kanker. Hal yang harus diperhatikan  adalah mengetahui sakit perut manakah yang perlu pertolongan dokter. Diagnosis dan terapi yang lebih awal akan membantu penderita memperoleh kesembuhan. Berikut beberapa penyebab sakit perut yang dirasakan kaum wanita.

8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita


8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita

1. Nyeri Menstruasi
Nyeri Menstruasi atau Dysmenorhea, merupakan nyeri perut yang muncul saat wanita mengalami menstruasi. Ketika menstruasi, terjadi peningkatan hormon prostaglandin yang memicu kontraksi dari otot dinding rahim untuk meluruhkan darah haid. Kontraksi otot rahim atau uterus inilah yang memunculkan sensasi nyeri. Tak hanya itu, Prostaglandin juga menyebabkan peradangan sesaat di area rahim. 

Umumnya, nyeri menstruasi tidak memerlukan pengobatan secara medis. Tetapi, jika nyeri terasa lebih hebat dari biasanya maka perlu penanganan yang serius. Bisa saja nyeri tersebut bukan murni karena haid, bisa disebabkan oleh tumor otot rahim.  Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri, yang paling mudah adalah mengalihkan perhatian, misal dengan melakukan aktivitas. 

Apakah boleh meredakan nyeri dengan obat? Obat pereda nyeri juga boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya obat tersebut diminum saat nyeri saja, jika nyeri sudah reda, tak perlu lagi meminumnya. Asam mefenamat adalah golongan NSID yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri menstruasi karena mempunyai fungsi menurunkan kadar prostaglandin. Ada juga obat yang mempunyai kandungan parasetamol  dan hycoscamine (relaksan) yang diharapkan bisa merelaksasi otot rahim sehingga bisa digunakan untuk menangani nyeri menstruasi.  

2. Gangguan Pencernaan
Nyeri perut karena gangguan pencernaan adalah hal yang lumrah. Misal karena diare, konstipasi atau sembelit dan perut terasa sebah atau kembung. Penanganan juga cukup mudah. Tetapi jika disertai tanda-tanda bahaya, misal tidak bisa kentut, perut makin membesar dan mengeras, mual muntah yang sering, maka perlu ke Rumah Sakit.

3. Infeksi Saluran Kemih
Secara Anatomi, kedekatan lokasi antara uretra (lubang saluran kencing) dengan anus, memudahkan wanita sering mengalami infeksi saluran kencing. Kotoran dan kuman yang berasal dari anus bisa migrasi ke saluran kencing kemudian menginfeksi. Infeksi tersebut menimbulkan peradangan di saluran kencing yang ditandai dengan rasa nyeri di perut bagian bawah. bahkan jika infeksi dan peradangan menyebar ke saluran kencing bagian atas, maka penderita bisa mengeluh nyeri perut bagian tengah. 

4. Radang Panggul
Radang panggul mengacu pada peradangan organ-organ reproduksi dalam panggul wanita yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Istilah medisnya adalah PID (Pelvic Inflammatory Disease). Gejala yang dikeluhkan adalah nyeri yang tajam di area perut bagian bawah. Bahkan saking nyerinya, penderita bisa meringkuk atau menekuk kaki mendekatkan lutut ke perut. 

Untuk mendiagnosis radang panggul, tidak hanya berdasarkan nyerinya saja, keluhan lain harus dipertimbangkan, misal adanya perdarahan atau menstruasi yang tidak teratur. Pada pemeriksaan darah didapatkan peningkatan kadar leukosit sebagai tanda adanya infeksi bakteri. Pemeriksaan penunjang lain adalah menggunakan USG abdomen bawah. Menegakkan diagnosis sedini mungkin sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi.

5. Batu Saluran Kemih
Jika wanita sering mengeluh nyeri perut tembus pinggang dan tidak reda oleh obat lambung, bisa saja itu adalah Kolik Ureter, yaitu nyeri yang disebabkan oleh gangguan di saluran kencing. Jika nyeri  di perut area bawah dan tengah bisa disebabkan oleh adanya batu di kandung kemih dan ureter. Tak hanya sebatas perut bagian bawah, jika nyeri perut bagian tengah hingga atas, kemungkinan ada batu di ginjal.  

6. Radang Usus Buntu
Selain radang panggul, infeksi dan batu saluran kencing, keluhan nyeri tajam di perut bagian bawah kanan, patut dicurigai adanya peradangan usus buntu atau Appendicitis. Ditandai adanya McBurney Sign (nyeri tekan di perut kanan bawah), demam, bisa disertai mual dan muntah.

7. Radang dan Batu Empedu
Radang empedu (Cholesistitis) dan Batu Empedu (Cholelithiasis) lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria. Nyeri tajam terus menerus di ulu hati dan perut kanan atas menjalar ke punggung, bisa disertai mual dan muntah. Ada empat faktor risiko terjadinya Batu Empedu yang dikenal dengan istilah 4F (Female, Forty, Fat, Fertile). Artinya wanita yang berusia 40 tahunan, gemuk dan subur lebih berisiko terkena Batu empedu.

8. Endometriosis
Otot rahim terdiri dari 3 lapisan, yaitu perimetrium (paling luar), miometrium (otot rahim), dan endometrium (bagian dalam rahim yang meluruh saat menstruasi). Ketika endometrium ini tumbuh di luar rahim atau di luar dari tempat semestinya, disebut Endometriosis. Lokasi yang sering adalah di indung telur dan sekitar panggul, sedangkan pada kasus yang jarang bisa ditemukan di otak dan paru. Meskipun bukan  penyakit yang mematikan, endometriosis dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan mengganggu kesuburan. Nyeri hebat yang tidak normal saat menstruasi sering dikeluhkan pada penderita endometriosis. Gejala lain yang dikeluhkan penderita endometriosis antara lain:
  • Nyeri panggul (perut bagian bawah) yang berlangsung lama
  • Nyeri menstruasi (dysmenorhea) yang hebat
  • Nyeri saat berhubungan seksual (dyspareunia)
  • Jumlah darah menstruasi yang berlebihan (Menorraghia)
Demikian 8 penyebab sakit perut yang sering terjadi pada wanita. masih ada beberapa penyakit lain yang juga bisa menyebabkan nyeri pada perut wanita.

Referensi
1. http://www.empowher.com
2.  Jong, Wim de dan R. Sjamsuhidayat. 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi Revisi. EGC : Jakarta.
3. http://www.healthline.com
4. http://www.netdoctor.co.uk/conditions/digestive-health/a11617/lower-abdominal-pain-in-women/
5. http://www.belmarrahealth.com/lower-abdominal-pain-women-causes-treatments/
6. https://patient.info/health/pelvic-pain-in-women


No comments:

Post a Comment