Sunday, September 10, 2017

Bahaya Jarak Kehamilan yang Terlalu Dekat

"Banyak anak banyak rezeki", bukan maksud menentang program KB, motto ini memang benar adanya. Namun, jika tidak diterapkan secara tepat maka bisa berubah menjadi "Banyak Anak Banyak Masalah". Perlulah untuk melakukan perencanaan kehamilan yang tepat agar ibu dan anak tetap sehat dan selamat.

Bahayanya Jarak Kehamilan yang Dekat dan Tips Program Hamil yang Aman


Bahaya Jarak Kehamilan yang Terlalu Dekat 

Sebenarnya banyak anak bukan merupakan hal yang salah, tetapi jika tidak diprogram dengan baik maka bisa menjadi masalah.  Ada beberapa alasan yang menjadikan pasangan suami istri untuk segera mempunyai momongan yang banyak. Alasan yang sering dikemukakan adalah sekalian capeknya mengurus dua atau tiga balita sekaligus. Usia orang tua yang tak lagi muda juga sering dijadikan alasan agar segera mendapat banyak momongan. Tak pelak hal ini menjadikan hamil sebagai arena kejar setoran dalam menambah anak, sehingga jarak kehamilan menjadi dekat.

Berikut beberapa alasan yang menjadikan jarak kehamilan yang terlalu dekat bisa membahayakan ibu dan mengancam keselamatan janin..

1. Kebutuhan Nutrisi
Jarak kehamilan yang terlalu dekat berpotensi menyebabkan penurunan dan pengurangan nutrisi ibu. Menurut dr. Susanti K Budiarti, SpOG, bahwa kehamilan dan menyusui  menghabiskan cadangan nutrisi, seperti zat besi dan folat. Cadangan nutrisi yang terpakai saat kehamilan sebelumnya belum terganti, tetapi harus terkuras lagi oleh kehamilan berikutnya. Kurangnya waktu untuk mengganti nutrisi yang hilang tersebut, dan mesti harus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk kehamilan yang sekarang, tentu akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. 

Rendahnya nutrisi berdampak pada kurangnya darah atau anemia pada ibu hamil. Dampak lain yang bisa terjadi adalah ketuban pecah dini, perdarahan pada saat hamil maupun setelah melahirkan, hingga kematian ibu. 

2. Lemahnya Rahim
Rahim atau uterus adalah suatu wadah bagi janin. Dinding rahim tersebut berupa otot yang akan meregang saat menampung janin dan berkontraksi saat berusaha mengeluarkan janin. Jika terlalu dekat atau sering hamil, otot tersebut rentan untuk mengalami cidera berupa robeknya dinding rahin karena tidak mampu menahan beban berupa janin dan ketuban. Apalagi jika punya riwayat operasi cesar pada kehamilan sebelumnya. Ibarat sebuah bola karet berisi gas yang banyak, yang mana kulit bola tersebut terdapat bekas luka yang ditambal atau dijahit, maka di kulit bola tersebut rentan pecah karena tekanan dari dalam bola.
Jika terjadi ruptur dinding uterus pada saat hamil, bisa mengancam nyawa ibu dan janin  yang dikandung. 

Karena alasan-alasan tersebut, WHO sangat menganjurkan untuk mengatur jarak antara kehamilan sekitar 2 hingga 5 tahun.

Bukankah Menyusui adalah kontrasepsi alami, kok masih kebobolan?

Saat menyusui, hormon prolaktin yang berfungsi merangsang produksi ASI akan menghambat kerja hormon FSH (follicle stimulating hormone). Sedangkan FSH adalah hormon yang memacu pertumbuhan dan pematangan sel telur. Jadi menyusui jadi alat kontrasepsi dengan menekan mekanisme proses ovulasi (pematangan sel telur). Jika sel telur tidak matang maka tidak akan ada sel telur yang akan dibuahi. Sayangnya mekanisme ini hanya terjadi pada pemberian ASI ekslusif saja atau tanpa susu formula dan efeknya hanya bertahan selama 6 bulan setelah melahirkan. Tidak semua ibu mengalami hal ini, sebagian sudah mengalami subur sebelum 6 bulan dan tidak menyadarinya. Hal inilah menyebabkan kebobolan. 

Apa Kontrasepsi terbaik setelah melahirkan?

Kembalinya masa subur pada ibu setelah melahirkan tidaklah sama, yang paling cepat adalah 27 hari setelah melahirkan. Setelah masa nifas usai, ibu bisa langsung menstruasi kembali. Meskipun sedang memberikan ASI eksklusif, bila hubungan intim dilakukan pada masa tersebut, maka berpotensi terjadinya kehamilan. 

Kontrasepsi merupakan salah satu cara untuk mencegah kehamilan yang dekat. Sebaiknya kontrasepsi digunakan saat lebih dari 27 hari setelah melahirkan. Bagi ibu yang menyusui sebaiknya menggunakan pil KB yang hanya mengandung progesteron, sedangakan yang ingin menggunakan IUD sebaiknya digunakan kurang lebih 6-8 minggu setelah melahirkan. Kondom juga disarankan untuk digunakan. Ketiga kontrasepsi tersebut menjadi pilihan karena tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. 


Tips Program Hamil yang Aman

  1. Konsultasi dengan dokter, satu atau tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan. Periksakan kesehatan termasuk riwayat kehamilan. Konsultasikan pula riwayat pengobatan yang sudah ataupun yang masih dikonsumsi. 
  2. Hindari stress
  3. Olahraga yang teratur
  4. Atur pola hidup yang sehat. hindari kebiasaan buruk misal merokok, minum alkohol, ataupun konsumsi obat-obatan yang berbahaya.
  5. Persiapkan nutrisi dengan baik dari awal, misal perbanyak makan buah, sayur dan banyak minum air segar serta prenatal multivitamin.
  6. Jagalah berat badan yang ideal, hindari overweight dan underweight
  7. Bicarakan dengan pasangan tentang rencana kehamilan supaya saat hamil dan setelah melahirkan, anda dan pasangan anda bisa bertanggung jawab, menciptakan suasana yang nyaman dan tidak menimbulkan stress





Monday, September 4, 2017

Mengenali dan Menangani Sakit Perut Berulang pada Anak

Sakit perut merupakan hal yang lumrah diderita oleh anak-anak. Biasanya, masuk angin, terlambat makan, intoleransi makanan atau susu menjadi penyebabnya. Tetapi, sakit perut bisa menjadi tanda adanya masalah yang serius  pada organ dalam perut. Seperti radang usus buntu, infeksi saluran kencing, bahkan peritonitis. Sebagai orang tua sebaiknya mengenali gejala dan tanda sakit perut pada anak, sehingga bisa menangani sebelum menjadi fatal.

Sakit perut yang berulang pada anak bisa berupa sekedar rasa tidak nyaman atau sebah hingga rasa nyeri yang jelas lokasinya, bahkan bisa berupa nyeri hebat yang menyebabkan anak bisa meringis, menangis, pucat dan memegang perut sampai membungkukkan badan.

Menurut dr Fatima SA SpA, dokter anak dari RSCM Jakarta, berdasarkan penyebabnya, sakit perut digolongkan menjadi organik dan fungsional yang memiliki ciri yang berbeda. Apabila terdapat kelainan pada organ-organ dalam perut, misal: gangguan lambung, gangguan usus dan saluran kemih, maka disebut sakit perut organik. Sedangkan yang fungsional atau yang bukan organ, biasanya dipicu oleh psikologis, misal stress dan fobia.  Selaras dengan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Juffrie SpA.K, Ph.D, dokter anak dari RSUP Sardjito Jogjakarta,  sakit perut yang mendadak dan jangka waktu pendek atau akut pada anak dihubungkan dengan kelainan organ, sedangkan jika berlangsung lama (paling sedikit 12 minggu) atau berulang lebih merupakan kelainan bukan organ.

Sakit Perut Berulang Pada Anak
Ilustrasi : Sakit Perut Berulang pada Anak


Macam Sakit Perut Berulang pada Anak

1.  Dispepsia
Dispepsia merupakan sensasi rasa tidak nyaman pada perut terutama bagian atas yang tidak berhubungan dengan pola BAB dan bentuk tinja. Rasa tidak nyaman tersebut bisa berupa rasa penuh, cepat kenyang, sendawa hingga mual muntah.

2. Irritable Bowel Syndrome
Kumpulan gejala rasa tidak nyaman yang berhubungan dengan pola BAB dan bentuk tinja. Setelah BAB, keluhan ini akan hilang. Jika keluhan ini disertai diare, rasa sakit pada malam hari, demam, penurunan berat badan maka patut dicurigai adanya kelainan organ.

3. Erofagi
Gangguan ini disebabkan oleh tertelannya udara secara berlebihan yang menyebabkan perut menjadi kembung sehingga mengganggu masuknya makanan atau minum. Ditandai dengan sendawa dan kentut yang sering dan akan hilang pada saat tidur. Kecemasan bisa menyebabkan perilaku menelan yang berlebihan.

4.  Migren Perut
Sakit perut ini dihubungkan dengan sakit migren kepala. Nyeri perut terutama di daerah garis tengah perut, muncul beberapa jam hingga beberapa hari, serta diselingi periode tidak sakit selama beberapa minggu. Terdapat juga keluhan lain yang menyertai (minimal 2) seperti sakit kepala, fotofobia, riwayat migren dalam keluarga, sakit kepala sebelah dan aura.

5. Sakit Perut Fungsional
Sakit perut ini muncul dipicu oleh faktor non organik, misal stress atau fobia. Rasa sakit berlangsung kurang dari 1 jam, bahkan hanya beberapa menit. Dirasakan di perut bagian tengah, berlangsung terus menerus, tidak berhubungan dengan makan, BAB, ataupun menstruasi. Dalam dunia medis, kondisi ini termasuk psikosomatis, yang artinya gangguan tubuh yang dipicu oleh gangguan psikologis.

Bagaimana mengenali ciri sakit perut yang berulang pada anak?

Memang agak sulit bagi orang tua untuk membedakan sakit perut biasa dengan sakit perut berulang pada anak. Cara membedakannya adalah dengan melihat seberapa sering dan lama sakit perutnya. Sakit perut berulang timbul minimal tiga kali  dalam jangka waktu tiga bulan berturut-turut yang berakibat terganggunya aktivitas sehari-hari. Untuk mendiagnosis perlu anamnesis yang teliti dengan memperhatikan hal-hal berikut

  1. Riwayat keluarga, Apakah orang tua juga mempunyai riwayat sakit perut berulang yang sama. 
  2. Pemeriksaan fisik yang meliputi lokasi  dan intensitas nyeri, frekuensi dan bilamana nyeri perut muncul
  3. Cari apakah ada tanda-tanda kegawatan
  4. Bila perlu, dilakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi dan endoskopi.

Jika pemeriksaan di atas menunjukkan hasil negatif, kemungkinan besar sakit perut berulang pada anak adalah sakit perut fungsional.

Bagaimana  Cara Menangani Sakit Perut Berulang pada Anak?

Pengobatan sakit perut berulang pada anak harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jangan terburu-buru untuk melakukan pemeriksaan penunjang. Banyak orang tua karena saking khawatirnya dengan kondisi anaknya, setiap memeriksakan anaknya, mereka minta foto ronsen perut. 

Dikarenakan sebagian besar kasus sakit perut berulang pada anak adalah bukan gangguan organik, maka komunikasi anak dengan orang tua sangat diperlukan. Selain obat-obatan, penjelasan tentang penyakitnya bisa membantu proses penyembuhan. 

Pada kasus ini, pengobatan diberikan untuk mendapatkan rasa aman pada penderita dan keluarga sehingga dapat mengatasi rasa sakit perut. Sakit perut yang berulang bila tidak segera ditangani akan menimbulkan komplikasi gangguan aktivitas, gangguan pola makan karena nafsu makan yang turun, bahkan tumbuh kembang juga terganggu.


Referensi
1. majalah Dokter Kita 2004
2. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sakit-perut-berulang-pada-anak-2
3. http://www.med.umich.edu/yourchild/topics/abpain.htm
4. http://www.aafp.org/afp/1999/0401/p1823.html

Saturday, September 2, 2017

8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita

Penyebab sakit perut dapat bervariasi dari yang ringan misal gangguan pencernaan, hingga kondisi yang serius seperti kanker. Hal yang harus diperhatikan  adalah mengetahui sakit perut manakah yang perlu pertolongan dokter. Diagnosis dan terapi yang lebih awal akan membantu penderita memperoleh kesembuhan. Berikut beberapa penyebab sakit perut yang dirasakan kaum wanita.

8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita


8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita

1. Nyeri Menstruasi
Nyeri Menstruasi atau Dysmenorhea, merupakan nyeri perut yang muncul saat wanita mengalami menstruasi. Ketika menstruasi, terjadi peningkatan hormon prostaglandin yang memicu kontraksi dari otot dinding rahim untuk meluruhkan darah haid. Kontraksi otot rahim atau uterus inilah yang memunculkan sensasi nyeri. Tak hanya itu, Prostaglandin juga menyebabkan peradangan sesaat di area rahim. 

Umumnya, nyeri menstruasi tidak memerlukan pengobatan secara medis. Tetapi, jika nyeri terasa lebih hebat dari biasanya maka perlu penanganan yang serius. Bisa saja nyeri tersebut bukan murni karena haid, bisa disebabkan oleh tumor otot rahim.  Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri, yang paling mudah adalah mengalihkan perhatian, misal dengan melakukan aktivitas. 

Apakah boleh meredakan nyeri dengan obat? Obat pereda nyeri juga boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya obat tersebut diminum saat nyeri saja, jika nyeri sudah reda, tak perlu lagi meminumnya. Asam mefenamat adalah golongan NSID yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri menstruasi karena mempunyai fungsi menurunkan kadar prostaglandin. Ada juga obat yang mempunyai kandungan parasetamol  dan hycoscamine (relaksan) yang diharapkan bisa merelaksasi otot rahim sehingga bisa digunakan untuk menangani nyeri menstruasi.  

2. Gangguan Pencernaan
Nyeri perut karena gangguan pencernaan adalah hal yang lumrah. Misal karena diare, konstipasi atau sembelit dan perut terasa sebah atau kembung. Penanganan juga cukup mudah. Tetapi jika disertai tanda-tanda bahaya, misal tidak bisa kentut, perut makin membesar dan mengeras, mual muntah yang sering, maka perlu ke Rumah Sakit.

3. Infeksi Saluran Kemih
Secara Anatomi, kedekatan lokasi antara uretra (lubang saluran kencing) dengan anus, memudahkan wanita sering mengalami infeksi saluran kencing. Kotoran dan kuman yang berasal dari anus bisa migrasi ke saluran kencing kemudian menginfeksi. Infeksi tersebut menimbulkan peradangan di saluran kencing yang ditandai dengan rasa nyeri di perut bagian bawah. bahkan jika infeksi dan peradangan menyebar ke saluran kencing bagian atas, maka penderita bisa mengeluh nyeri perut bagian tengah. 

4. Radang Panggul
Radang panggul mengacu pada peradangan organ-organ reproduksi dalam panggul wanita yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Istilah medisnya adalah PID (Pelvic Inflammatory Disease). Gejala yang dikeluhkan adalah nyeri yang tajam di area perut bagian bawah. Bahkan saking nyerinya, penderita bisa meringkuk atau menekuk kaki mendekatkan lutut ke perut. 

Untuk mendiagnosis radang panggul, tidak hanya berdasarkan nyerinya saja, keluhan lain harus dipertimbangkan, misal adanya perdarahan atau menstruasi yang tidak teratur. Pada pemeriksaan darah didapatkan peningkatan kadar leukosit sebagai tanda adanya infeksi bakteri. Pemeriksaan penunjang lain adalah menggunakan USG abdomen bawah. Menegakkan diagnosis sedini mungkin sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi.

5. Batu Saluran Kemih
Jika wanita sering mengeluh nyeri perut tembus pinggang dan tidak reda oleh obat lambung, bisa saja itu adalah Kolik Ureter, yaitu nyeri yang disebabkan oleh gangguan di saluran kencing. Jika nyeri  di perut area bawah dan tengah bisa disebabkan oleh adanya batu di kandung kemih dan ureter. Tak hanya sebatas perut bagian bawah, jika nyeri perut bagian tengah hingga atas, kemungkinan ada batu di ginjal.  

6. Radang Usus Buntu
Selain radang panggul, infeksi dan batu saluran kencing, keluhan nyeri tajam di perut bagian bawah kanan, patut dicurigai adanya peradangan usus buntu atau Appendicitis. Ditandai adanya McBurney Sign (nyeri tekan di perut kanan bawah), demam, bisa disertai mual dan muntah.

7. Radang dan Batu Empedu
Radang empedu (Cholesistitis) dan Batu Empedu (Cholelithiasis) lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria. Nyeri tajam terus menerus di ulu hati dan perut kanan atas menjalar ke punggung, bisa disertai mual dan muntah. Ada empat faktor risiko terjadinya Batu Empedu yang dikenal dengan istilah 4F (Female, Forty, Fat, Fertile). Artinya wanita yang berusia 40 tahunan, gemuk dan subur lebih berisiko terkena Batu empedu.

8. Endometriosis
Otot rahim terdiri dari 3 lapisan, yaitu perimetrium (paling luar), miometrium (otot rahim), dan endometrium (bagian dalam rahim yang meluruh saat menstruasi). Ketika endometrium ini tumbuh di luar rahim atau di luar dari tempat semestinya, disebut Endometriosis. Lokasi yang sering adalah di indung telur dan sekitar panggul, sedangkan pada kasus yang jarang bisa ditemukan di otak dan paru. Meskipun bukan  penyakit yang mematikan, endometriosis dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan mengganggu kesuburan. Nyeri hebat yang tidak normal saat menstruasi sering dikeluhkan pada penderita endometriosis. Gejala lain yang dikeluhkan penderita endometriosis antara lain:
  • Nyeri panggul (perut bagian bawah) yang berlangsung lama
  • Nyeri menstruasi (dysmenorhea) yang hebat
  • Nyeri saat berhubungan seksual (dyspareunia)
  • Jumlah darah menstruasi yang berlebihan (Menorraghia)
Demikian 8 penyebab sakit perut yang sering terjadi pada wanita. masih ada beberapa penyakit lain yang juga bisa menyebabkan nyeri pada perut wanita.

Referensi
1. http://www.empowher.com
2.  Jong, Wim de dan R. Sjamsuhidayat. 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi Revisi. EGC : Jakarta.
3. http://www.healthline.com
4. http://www.netdoctor.co.uk/conditions/digestive-health/a11617/lower-abdominal-pain-in-women/
5. http://www.belmarrahealth.com/lower-abdominal-pain-women-causes-treatments/
6. https://patient.info/health/pelvic-pain-in-women