Sunday, August 27, 2017

Penyebab Sakit Perut dan Cara Meredakannya

Sakit perut sering dialami oleh kita semua. Namun kebanyakan orang menganggap bahwa sakit perut adalah masalah lambung. Ternyata tidak semua sakit perut disebabkan oleh masalah di lambung. Penyebab sakit perut pada orang dewasa dan anak bisa berbeda, demikian juga pada pria dan wanita. Penyebab sakit perut bisa dilihat dari lokasi perut bagian mana yang terasa nyeri dan karakteristiknya. Berikut macam penyebab sakit perut dan tips meredakan sakit perut.

Penyebab Sakit Perut dan Cara Meredakannya
Ilustrasi Sakit Perut


Umumnya sensasi sakit perut ada 2 macam, yaitu nyeri dan rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman di perut diistilahkan dengan nama Dispepsia, ditandai dengan keluhan rasa sebah atau perut terasa penuh. Sedangkan Nyeri perut dalam istilah medisnya adalah Abdominal Pain. Pain berarti nyeri dan abdominal berarti perut. 

Karakteristik Nyeri Perut

Karakter nyeri perut ada beberapa macam, yaitu dimana lokasi nyeri tersebut muncul, apakah nyeri tersebut terlokalisir atau menjalar, nyeri perut tersebut hilang timbul ataukah menetap, muncul mendadak atau perlahan-lahan makin nyeri, dan apakah nyeri tersebut dipicu oleh sesuatu hal.  Semua karakter tersebut bisa menentukan penyebab dari nyeri tersebut.

Karakter dari abdominal pain ini adalah nyeri yang menetap, yang artinya nyeri dengan durasi yang lama, tidak hilang timbul. Sedangkan sakit perut yang munculnya hilang timbul disebut dengan istilah Kolik (cholic). Ada dua macam kolik yaitu Kolik Abdomen dan Kolik Ureter. Jika nyeri kolik disebabkan oleh organ-organ dan perut disebut kolik abdomen. Sedangkan Kolik yang disebabkan gangguan pada organ saluran kencing disebut Kolik ureter. Kolik Abdomen disini pun ada dua yaitu kolik usus yaitu jika penyebabnya adalah di usus, dan Kolik Bilier yang disebabkan oleh gangguan empedu.

Penyebab Nyeri Perut Berdasarkan Lokasi

Untuk mempermudah menentukan diagnosis, biasanya dokter membagi perut menjadi sembilan bagian, dengan membuat garis imajiner.
1. Bagian perut kanan atas
Penyebab nyeri perut: batu empedu, lambung, radang pancreas, radang hati
2. Bagian perut tengah atas
Penyebab nyeri perut: batu empedu, radang empedu, lambung, radang pancreas
3. Bagian perut atas kiri
Penyebab nyeri perut: Tukak lambung, tukak duodenum (usus duabelas jari), radang empedu
4. Bagian perut tengah kiri
Penyebab nyeri perut: Batu ginjal kiri, infeksi saluran kencing, konstipasi, batu ureter
5. Bagian perut tengah
Penyebab nyeri: Radang pancreas, tukak lambung, inflammatory bowel disease
6. Bagian perut tengah kanan
Penyebab nyeri: Batu ginjal kanan, batu ureter, konstipasi, inflammatory bowel disease, infeksi saluran pencernaan
7. Bagian perut bawah kanan
Penyebab nyeri: Radang usus buntu, konstipasi, nyeri hernia, nyeri organ reproduksi, batu saluran kencing, infeksi saluran kencing
8. Bagian perut bawah tengah
Penyebab nyeri: Infeksi saluran kencing, Batu kandung kemih, gangguan organ reproduksi, gangguan usus besar, hernia
9. Bagian perut bawah kiri
Penyebab nyeri: Infeksi saluran kencing, infeksi saluran pencernaan, batu saluran kencing, gangguan organ reproduksi, hernia.

Sembilan Area Perut Untuk Diagnosis
Sembilan Area Perut untuk Diagnosis

Masih banyak macam-macam penyakit yang mempunyai gejala nyeri perut selain yang disebutkan diatas, misal kanker atau tumor. Jika nyeri di seluruh lapang perut dan jika diraba perut terasa seperti papan, kemungkinan terjadi peradangan luas yang disebut dengan istilah Peritonitis. 


Hilang Timbul Ataukah Menetap

Yang dimaksud nyeri perut hilang timbul atau kolik ini adalah nyeri yang munculnya dalam durasi yang tidak lama kemudian hilang, lalu timbul lagi. Penyebab timbulkan kolik ini adalah karena kontraksi dari otot. Misal pada kasus nyeri pada organ reproduksi tatkala otot rahim berkontraksi meluruhkan darah menstruasi, dan pada kasus batu saluran kencing ketika kontraksi otot saluran kencing berusaha mengeluarkan batu dalam saluran tersebut. 

Nyeri perut yang menetap, adalah sensasi nyeri pada perut yang berlangsung lama tanpa jeda dan tidak reda tanpa obat pereda nyeri. Misal pada kasus Appendicitis atau Radang Usus Buntu.

Terlokalisir atau Menjalar

Nyeri perut yang terlokalisir adalah nyeri yang menetap, contoh: nyeri pada radang usus buntu atau appendicitis di perut bawah kanan; nyeri pada organ reproduksi misal Salphingitis dan Kehamilan Ektopik Terganggu (Hamil di luar Kandungan). Sedangkan Nyeri menjalar atau Referred pain adalah nyeri yang muncul bisa berpindah, misal pada kasus Batu saluran kencing ataupun batu ginjal, yang mana nyeri awalnya di perut bagian tengah kanan atau kiri kemudian nyeri tersebut terasa menjalar tembus ke belakang (ke pinggang) atau menjalar ke bawah. 

Nyeri karena suatu hal

Nyeri perut tak semuanya disebabkan oleh organ dalam perut. Pemicu sakit perut dari luar misalnya adalah kram otot perut atau bisa juga dipicu oleh batuk. Penyebab lain adalah trauma, misal karena terkena pukulan atau tusukan.

Apakah nyeri perut harus ke dokter?

Tidak semua nyeri perut harus ke dokter. Tetapi jika disertai tanda dan gejala berikut: demam, sesak, sering muntah, badan lemas, kulit mulai keriput, BAB dan muntah darah, tidak bisa kentut, kencing darah, dan nyeri perut bagian bawah kanan, nyeri sentuh di seluruh lapang perut, dan perut teraba keras seperti papan, sebaiknya harus segera ke dokter.


Cara sehat untuk meredakan nyeri perut

Jika sakit perut terasa ringan tanpa disertai gejala dan tanda diatas,  berikut cara untuk meredakan sakit perut.
  1. Minum air hangat
  2. Makan makanan yang lunak selama beberapa jam
  3. Tingkatkan frekwensi makan dengan menurunkan takaran makanan (makan sedikit tetapi sering)
  4. Hindari konsumsi produk yang mengandung susu dan keju
  5. Hindari konsumsi kopi, alcohol, minuman soda, pedas, berminyak dan asam
  6. Konsumsi obat Antasida dan Omeprazole
  7. Hindari obat-obat antinyeri golongan NSID, misal Asam mefenamat, ibuprofen, Natrium diklofenak. Lebih aman menggunakan parasetamol.
  8. Hindari pijat perut.


Jika sakit perut tidak kunjung reda, hingga berhari-hari, sebaiknya konsultasi ke dokter supaya penyebab pastinya dapat diketahui. Tingkat keparahan nyeri tidak mencerminkan keparahan penyakit.

No comments:

Post a Comment