Monday, August 21, 2017

Asiklovir Bukanlah Obat Gatal

“Dok, obat gatal yang paling bagus dan ampuh apa ya?, saya menderita gatal-gatal dan sudah saya beri salep asiklovir tapi tak kunjung sembuh”. Pertanyaan dan keluhan ini sering disampaikan oleh masyarakat awam.  Sering masyarakat awam mengobati setiap penyakit gatal dengan obat asiklovir. Sebenarnya apa itu Asiklovir hingga banyak orang menjadikan sebagai obat untuk gatal-gatal.  Yuk! kita mengenal apa itu Asiklovir.

Terkenal sebagai obat Herpes

Penyakit kulit ada banyak macam dan beraneka penyebabnya. Ada yang disebabkan oleh alergi, gangguan imunitas, bakteri, virus, maupun jamur.  Supaya penyakit gatal dapat sembuh dengan baik, maka diperlukan pengobatan yang tepat. Jika  penyakit gatal tersebut disebabkan oleh jamur, misal panu, maka diberi obat antijamur. Begitu pula dengan Herpes yang disebabkan oleh virus maka diperlukan obat antivirus. Dalam pengobatan penyakit kulit tidak hanya memerlukan obat untuk mengatasi penyebabnya, obat untuk mengatasi reaksi atau sensasi gatalnya juga diperlukan, yaitu antihistamin dan obat golongan kortikosteroid.  

Herpes Zoster dokter tubagus
Gambar: Herpes Zoster


Penyakit kulit karena infeksi  virus yang banyak diderita masyarakat Indonesia  adalah Herpes, morbili atau campak, dan Varicella. Varicella (baca: varisela) dikenal di Indonesia dengan nama Cacar air atau Cangkrangen. Penyakit Herpes ada dua jenis yaitu Herpes Zoster dan Herpes Simpleks. Penyakit Herpes Zoster adalah penyakit kulit yang merupakan sekuel atau lanjutan dari Varicella. Jadi jika seseorang terkena cacar air atau varicella dan sudah sembuh, maka berikutnya, jika terinfeksi virus varicella lagi, dia tidak akan menderita varicella, tetapi akan menderita Herpes Zoster. Nama lain dari Herpes Zoster adalah Shingles, Cacar ular, dan Dompo. Sedangkan Herpes Simplex ada dua tipe, yaitu tipe I dan tipe II. Herpes Simpleks tipe I adalah herpes yang berlokasi di area mulut, istilah inggrisnya adalah COLD SORES. Sedangkan Herpes Simpleks tipe II berlokasi di organ kelamin, yang dikenal dengan Herpes Genital.

Tergolong obat antivirus

Meskipun digunakan untuk penyakit kulit, asiklovir bukanlah obat gatal. Acyclovir (baca:Asiklovir) sebenarnya adalah obat golongan antivirus yang  cara kerjanya  spesifik menghambat replikasi dan pembentukan DNA (gen) virus Herpes dan varicella-zooster, sehingga asiklovir dijadikan DOC (Drug of Choice) atau obat pilihan untuk infeksi varicella dan Herpes.  Tidak hanya itu, asiklovir mempercepat penyembuhan kulit yang melepuh serta  mencegah berulangnya infeksi herpes. Ada beberapa obat yang segolongan dengan Asiklovir, yaitu Famciclovir dan Valaciclovir. Baik ketiganya mempunyai nama paten yang berbeda meskipun fungsinya sama.

Sayangnya,  Acyclovir tidak bisa membunuh  virus sepenuhnya dari dalam tubuh,  dan  tidak bisa mencegah penularan virus. Perlu diketahui bahwa herpes dan varicella disebabkan oleh virus, jadi  meskipun penderita sudah atau sedang mengonsumsi asiklovir, tetap saja menular. 

Macam Sediaan Asiklovir Dokter Tubagus
Gambar Sediaan Asiklovir: A. Asiklovir Injeksi, B. Asiklovir Sirup, C. Asiklovir Tablet


Terdapat 3 macam sediaan obat Asiklovir di pasaran yaitu sediaan oral (yang diminum), sediaan topikal (yang dioles), dan sediaan injeksi atau suntikan. Sediaan oral ada dua macam yaitu tablet dan sirup dengan sediaan dosis 100 mg, 200 mg, dan 400 mg. Sediaan topical ada dua macam juga yaitu sediaan salep atau ointment dan krim. Kadar asiklovir topical ada dua yaitu kadar 5% dan 3%. Untuk krim atau salep yang kadarnya 5% bisa dioleskan untuk kulit yang terkena varicella dan herpes, 5-7 kali sehari selama 4 hari. 

Asiklovir Topikal krim dan salep
Asiklovir Topikal: A. Asiklovir Krim, B. Asiklovir Salep


Aman bagi ibu hamil

Penggunaan obat asiklovir baik dalam bentuk oral maupun topikal, pada masa kehamilan relatif aman. Obat Asiklovir termasuk kategori B, yaitu obat yang secara penelitian pada hewan percobaan tidak menimbulkan risiko bagi janin tetapi belum ada penelitian terkontrol pada ibu hamil yang menunjukkan efek pada janin atau obat yang secara penelitian pada hewan sudah menunjukkan efek pada janin tetapi studi pada ibu hamil secara langsung belum risiko terhadap janin.  Penggunaan asiklovir topikal lebih aman daripada penggunaan sediaan oral. Untuk keamanan, bagi ibu hamil yang menderita cacar air, herpes zoster maupun herpes simplek, sebaiknya konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Efek Samping

Tiap individu tidak sama, efek samping bisa muncul atau tidak. Efek  samping asiklovir oral umumnya ringan, misal: mual, pusing hingga diare. Tetapi jika muncul reaksi alergi atau efek samping yang serius, misal: kejang, bibir atau kelopak mata bagian dalam yang melepuh dan sesak napas, maka segera hentikan pemberian asiklovir dan bawa ke rumah sakit.

Aturan pemakaian Acyclovir

  1. Supaya kerja lebih optimal, Asiklovir harus segera diberikan sedini mungkin, yaitu gejala baru muncul. 
  2. Dosis pemberian asiklovir oral tergantung jenis penyakitnya, jika menderita  Varicella atau cacar air dan herpes zoster, maka dosisnya adalah  4000 mg/hari terbagi dalam 2-5 kali dalam 5-7 hari. Sedangkan dosis untuk anak adalah 20 mg/kgBB per pemberian, empat kali sehari selama 5-7 hari. Untuk mencegah kekambuhan herpes simplek genital (herpes kelamin), bisa diminum hingga selama 12 bulan.
  3. Cara mengoleskan Asiklovir topikal Krim biasanya 5 kali sehari dalam 4 hari, sedangkan yang salep atau ointment adalah 6 kali sehari selama 7 hari.
  4. Ketika mengoleskan salep atau krim ke luka, lebih baik disentuhkan saja daripada digosok. Jangan mengoleskan asiklovir krim untuk herpes kelamin, tetapi  gunakanlah Asiklovir yang salep (ointment). Oleskan 6 kali sehari atau tiap 3 jam. Lanjutkan hingga tiga hari setelah herpes sembuh.
  5. Jangan mengoleskan asiklovir topikal secara bersamaan atau pada lokasi yang sama dengan kosmetik, seperti sun screen dan sunblock
  6. Hentikan pemberian asiklovir jika muncul alergi maupun efek samping , yaitu: Kejang, bengkak melepuh di sekujur tubuh ataupun di bagian lapisan mukosa, misal bibir atau  kelopak mata bagian dalam.
Referensi
1.    http://www.medicinesinpregnancy.org
2.    https://www.drugs.com/pregnancy/acyclovir.html
3.    http://www.aafp.org/afp/2011/0801/p320a.html
4.    http://www.farmasiana.com/acyclovir/acyclovir/
5.    Majalah Dokterkita


No comments:

Post a Comment