Sunday, September 10, 2017

Bahaya Jarak Kehamilan yang Terlalu Dekat

"Banyak anak banyak rezeki", bukan maksud menentang program KB, motto ini memang benar adanya. Namun, jika tidak diterapkan secara tepat maka bisa berubah menjadi "Banyak Anak Banyak Masalah". Perlulah untuk melakukan perencanaan kehamilan yang tepat agar ibu dan anak tetap sehat dan selamat.

Bahayanya Jarak Kehamilan yang Dekat dan Tips Program Hamil yang Aman


Bahaya Jarak Kehamilan yang Terlalu Dekat 

Sebenarnya banyak anak bukan merupakan hal yang salah, tetapi jika tidak diprogram dengan baik maka bisa menjadi masalah.  Ada beberapa alasan yang menjadikan pasangan suami istri untuk segera mempunyai momongan yang banyak. Alasan yang sering dikemukakan adalah sekalian capeknya mengurus dua atau tiga balita sekaligus. Usia orang tua yang tak lagi muda juga sering dijadikan alasan agar segera mendapat banyak momongan. Tak pelak hal ini menjadikan hamil sebagai arena kejar setoran dalam menambah anak, sehingga jarak kehamilan menjadi dekat.

Berikut beberapa alasan yang menjadikan jarak kehamilan yang terlalu dekat bisa membahayakan ibu dan mengancam keselamatan janin..

1. Kebutuhan Nutrisi
Jarak kehamilan yang terlalu dekat berpotensi menyebabkan penurunan dan pengurangan nutrisi ibu. Menurut dr. Susanti K Budiarti, SpOG, bahwa kehamilan dan menyusui  menghabiskan cadangan nutrisi, seperti zat besi dan folat. Cadangan nutrisi yang terpakai saat kehamilan sebelumnya belum terganti, tetapi harus terkuras lagi oleh kehamilan berikutnya. Kurangnya waktu untuk mengganti nutrisi yang hilang tersebut, dan mesti harus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk kehamilan yang sekarang, tentu akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. 

Rendahnya nutrisi berdampak pada kurangnya darah atau anemia pada ibu hamil. Dampak lain yang bisa terjadi adalah ketuban pecah dini, perdarahan pada saat hamil maupun setelah melahirkan, hingga kematian ibu. 

2. Lemahnya Rahim
Rahim atau uterus adalah suatu wadah bagi janin. Dinding rahim tersebut berupa otot yang akan meregang saat menampung janin dan berkontraksi saat berusaha mengeluarkan janin. Jika terlalu dekat atau sering hamil, otot tersebut rentan untuk mengalami cidera berupa robeknya dinding rahin karena tidak mampu menahan beban berupa janin dan ketuban. Apalagi jika punya riwayat operasi cesar pada kehamilan sebelumnya. Ibarat sebuah bola karet berisi gas yang banyak, yang mana kulit bola tersebut terdapat bekas luka yang ditambal atau dijahit, maka di kulit bola tersebut rentan pecah karena tekanan dari dalam bola.
Jika terjadi ruptur dinding uterus pada saat hamil, bisa mengancam nyawa ibu dan janin  yang dikandung. 

Karena alasan-alasan tersebut, WHO sangat menganjurkan untuk mengatur jarak antara kehamilan sekitar 2 hingga 5 tahun.

Bukankah Menyusui adalah kontrasepsi alami, kok masih kebobolan?

Saat menyusui, hormon prolaktin yang berfungsi merangsang produksi ASI akan menghambat kerja hormon FSH (follicle stimulating hormone). Sedangkan FSH adalah hormon yang memacu pertumbuhan dan pematangan sel telur. Jadi menyusui jadi alat kontrasepsi dengan menekan mekanisme proses ovulasi (pematangan sel telur). Jika sel telur tidak matang maka tidak akan ada sel telur yang akan dibuahi. Sayangnya mekanisme ini hanya terjadi pada pemberian ASI ekslusif saja atau tanpa susu formula dan efeknya hanya bertahan selama 6 bulan setelah melahirkan. Tidak semua ibu mengalami hal ini, sebagian sudah mengalami subur sebelum 6 bulan dan tidak menyadarinya. Hal inilah menyebabkan kebobolan. 

Apa Kontrasepsi terbaik setelah melahirkan?

Kembalinya masa subur pada ibu setelah melahirkan tidaklah sama, yang paling cepat adalah 27 hari setelah melahirkan. Setelah masa nifas usai, ibu bisa langsung menstruasi kembali. Meskipun sedang memberikan ASI eksklusif, bila hubungan intim dilakukan pada masa tersebut, maka berpotensi terjadinya kehamilan. 

Kontrasepsi merupakan salah satu cara untuk mencegah kehamilan yang dekat. Sebaiknya kontrasepsi digunakan saat lebih dari 27 hari setelah melahirkan. Bagi ibu yang menyusui sebaiknya menggunakan pil KB yang hanya mengandung progesteron, sedangakan yang ingin menggunakan IUD sebaiknya digunakan kurang lebih 6-8 minggu setelah melahirkan. Kondom juga disarankan untuk digunakan. Ketiga kontrasepsi tersebut menjadi pilihan karena tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. 


Tips Program Hamil yang Aman

  1. Konsultasi dengan dokter, satu atau tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan. Periksakan kesehatan termasuk riwayat kehamilan. Konsultasikan pula riwayat pengobatan yang sudah ataupun yang masih dikonsumsi. 
  2. Hindari stress
  3. Olahraga yang teratur
  4. Atur pola hidup yang sehat. hindari kebiasaan buruk misal merokok, minum alkohol, ataupun konsumsi obat-obatan yang berbahaya.
  5. Persiapkan nutrisi dengan baik dari awal, misal perbanyak makan buah, sayur dan banyak minum air segar serta prenatal multivitamin.
  6. Jagalah berat badan yang ideal, hindari overweight dan underweight
  7. Bicarakan dengan pasangan tentang rencana kehamilan supaya saat hamil dan setelah melahirkan, anda dan pasangan anda bisa bertanggung jawab, menciptakan suasana yang nyaman dan tidak menimbulkan stress





Blogger Widgets

Monday, September 4, 2017

Mengenali dan Menangani Sakit Perut Berulang pada Anak

Sakit perut merupakan hal yang lumrah diderita oleh anak-anak. Biasanya, masuk angin, terlambat makan, intoleransi makanan atau susu menjadi penyebabnya. Tetapi, sakit perut bisa menjadi tanda adanya masalah yang serius  pada organ dalam perut. Seperti radang usus buntu, infeksi saluran kencing, bahkan peritonitis. Sebagai orang tua sebaiknya mengenali gejala dan tanda sakit perut pada anak, sehingga bisa menangani sebelum menjadi fatal.

Sakit perut yang berulang pada anak bisa berupa sekedar rasa tidak nyaman atau sebah hingga rasa nyeri yang jelas lokasinya, bahkan bisa berupa nyeri hebat yang menyebabkan anak bisa meringis, menangis, pucat dan memegang perut sampai membungkukkan badan.

Menurut dr Fatima SA SpA, dokter anak dari RSCM Jakarta, berdasarkan penyebabnya, sakit perut digolongkan menjadi organik dan fungsional yang memiliki ciri yang berbeda. Apabila terdapat kelainan pada organ-organ dalam perut, misal: gangguan lambung, gangguan usus dan saluran kemih, maka disebut sakit perut organik. Sedangkan yang fungsional atau yang bukan organ, biasanya dipicu oleh psikologis, misal stress dan fobia.  Selaras dengan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Juffrie SpA.K, Ph.D, dokter anak dari RSUP Sardjito Jogjakarta,  sakit perut yang mendadak dan jangka waktu pendek atau akut pada anak dihubungkan dengan kelainan organ, sedangkan jika berlangsung lama (paling sedikit 12 minggu) atau berulang lebih merupakan kelainan bukan organ.

Sakit Perut Berulang Pada Anak
Ilustrasi : Sakit Perut Berulang pada Anak


Macam Sakit Perut Berulang pada Anak

1.  Dispepsia
Dispepsia merupakan sensasi rasa tidak nyaman pada perut terutama bagian atas yang tidak berhubungan dengan pola BAB dan bentuk tinja. Rasa tidak nyaman tersebut bisa berupa rasa penuh, cepat kenyang, sendawa hingga mual muntah.

2. Irritable Bowel Syndrome
Kumpulan gejala rasa tidak nyaman yang berhubungan dengan pola BAB dan bentuk tinja. Setelah BAB, keluhan ini akan hilang. Jika keluhan ini disertai diare, rasa sakit pada malam hari, demam, penurunan berat badan maka patut dicurigai adanya kelainan organ.

3. Erofagi
Gangguan ini disebabkan oleh tertelannya udara secara berlebihan yang menyebabkan perut menjadi kembung sehingga mengganggu masuknya makanan atau minum. Ditandai dengan sendawa dan kentut yang sering dan akan hilang pada saat tidur. Kecemasan bisa menyebabkan perilaku menelan yang berlebihan.

4.  Migren Perut
Sakit perut ini dihubungkan dengan sakit migren kepala. Nyeri perut terutama di daerah garis tengah perut, muncul beberapa jam hingga beberapa hari, serta diselingi periode tidak sakit selama beberapa minggu. Terdapat juga keluhan lain yang menyertai (minimal 2) seperti sakit kepala, fotofobia, riwayat migren dalam keluarga, sakit kepala sebelah dan aura.

5. Sakit Perut Fungsional
Sakit perut ini muncul dipicu oleh faktor non organik, misal stress atau fobia. Rasa sakit berlangsung kurang dari 1 jam, bahkan hanya beberapa menit. Dirasakan di perut bagian tengah, berlangsung terus menerus, tidak berhubungan dengan makan, BAB, ataupun menstruasi. Dalam dunia medis, kondisi ini termasuk psikosomatis, yang artinya gangguan tubuh yang dipicu oleh gangguan psikologis.

Bagaimana mengenali ciri sakit perut yang berulang pada anak?

Memang agak sulit bagi orang tua untuk membedakan sakit perut biasa dengan sakit perut berulang pada anak. Cara membedakannya adalah dengan melihat seberapa sering dan lama sakit perutnya. Sakit perut berulang timbul minimal tiga kali  dalam jangka waktu tiga bulan berturut-turut yang berakibat terganggunya aktivitas sehari-hari. Untuk mendiagnosis perlu anamnesis yang teliti dengan memperhatikan hal-hal berikut

  1. Riwayat keluarga, Apakah orang tua juga mempunyai riwayat sakit perut berulang yang sama. 
  2. Pemeriksaan fisik yang meliputi lokasi  dan intensitas nyeri, frekuensi dan bilamana nyeri perut muncul
  3. Cari apakah ada tanda-tanda kegawatan
  4. Bila perlu, dilakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi dan endoskopi.

Jika pemeriksaan di atas menunjukkan hasil negatif, kemungkinan besar sakit perut berulang pada anak adalah sakit perut fungsional.

Bagaimana  Cara Menangani Sakit Perut Berulang pada Anak?

Pengobatan sakit perut berulang pada anak harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jangan terburu-buru untuk melakukan pemeriksaan penunjang. Banyak orang tua karena saking khawatirnya dengan kondisi anaknya, setiap memeriksakan anaknya, mereka minta foto ronsen perut. 

Dikarenakan sebagian besar kasus sakit perut berulang pada anak adalah bukan gangguan organik, maka komunikasi anak dengan orang tua sangat diperlukan. Selain obat-obatan, penjelasan tentang penyakitnya bisa membantu proses penyembuhan. 

Pada kasus ini, pengobatan diberikan untuk mendapatkan rasa aman pada penderita dan keluarga sehingga dapat mengatasi rasa sakit perut. Sakit perut yang berulang bila tidak segera ditangani akan menimbulkan komplikasi gangguan aktivitas, gangguan pola makan karena nafsu makan yang turun, bahkan tumbuh kembang juga terganggu.


Referensi
1. majalah Dokter Kita 2004
2. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sakit-perut-berulang-pada-anak-2
3. http://www.med.umich.edu/yourchild/topics/abpain.htm
4. http://www.aafp.org/afp/1999/0401/p1823.html

Saturday, September 2, 2017

8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita

Penyebab sakit perut dapat bervariasi dari yang ringan misal gangguan pencernaan, hingga kondisi yang serius seperti kanker. Hal yang harus diperhatikan  adalah mengetahui sakit perut manakah yang perlu pertolongan dokter. Diagnosis dan terapi yang lebih awal akan membantu penderita memperoleh kesembuhan. Berikut beberapa penyebab sakit perut yang dirasakan kaum wanita.

8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita


8 Penyebab Sakit Perut Pada Wanita

1. Nyeri Menstruasi
Nyeri Menstruasi atau Dysmenorhea, merupakan nyeri perut yang muncul saat wanita mengalami menstruasi. Ketika menstruasi, terjadi peningkatan hormon prostaglandin yang memicu kontraksi dari otot dinding rahim untuk meluruhkan darah haid. Kontraksi otot rahim atau uterus inilah yang memunculkan sensasi nyeri. Tak hanya itu, Prostaglandin juga menyebabkan peradangan sesaat di area rahim. 

Umumnya, nyeri menstruasi tidak memerlukan pengobatan secara medis. Tetapi, jika nyeri terasa lebih hebat dari biasanya maka perlu penanganan yang serius. Bisa saja nyeri tersebut bukan murni karena haid, bisa disebabkan oleh tumor otot rahim.  Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri, yang paling mudah adalah mengalihkan perhatian, misal dengan melakukan aktivitas. 

Apakah boleh meredakan nyeri dengan obat? Obat pereda nyeri juga boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya obat tersebut diminum saat nyeri saja, jika nyeri sudah reda, tak perlu lagi meminumnya. Asam mefenamat adalah golongan NSID yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri menstruasi karena mempunyai fungsi menurunkan kadar prostaglandin. Ada juga obat yang mempunyai kandungan parasetamol  dan hycoscamine (relaksan) yang diharapkan bisa merelaksasi otot rahim sehingga bisa digunakan untuk menangani nyeri menstruasi.  

2. Gangguan Pencernaan
Nyeri perut karena gangguan pencernaan adalah hal yang lumrah. Misal karena diare, konstipasi atau sembelit dan perut terasa sebah atau kembung. Penanganan juga cukup mudah. Tetapi jika disertai tanda-tanda bahaya, misal tidak bisa kentut, perut makin membesar dan mengeras, mual muntah yang sering, maka perlu ke Rumah Sakit.

3. Infeksi Saluran Kemih
Secara Anatomi, kedekatan lokasi antara uretra (lubang saluran kencing) dengan anus, memudahkan wanita sering mengalami infeksi saluran kencing. Kotoran dan kuman yang berasal dari anus bisa migrasi ke saluran kencing kemudian menginfeksi. Infeksi tersebut menimbulkan peradangan di saluran kencing yang ditandai dengan rasa nyeri di perut bagian bawah. bahkan jika infeksi dan peradangan menyebar ke saluran kencing bagian atas, maka penderita bisa mengeluh nyeri perut bagian tengah. 

4. Radang Panggul
Radang panggul mengacu pada peradangan organ-organ reproduksi dalam panggul wanita yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Istilah medisnya adalah PID (Pelvic Inflammatory Disease). Gejala yang dikeluhkan adalah nyeri yang tajam di area perut bagian bawah. Bahkan saking nyerinya, penderita bisa meringkuk atau menekuk kaki mendekatkan lutut ke perut. 

Untuk mendiagnosis radang panggul, tidak hanya berdasarkan nyerinya saja, keluhan lain harus dipertimbangkan, misal adanya perdarahan atau menstruasi yang tidak teratur. Pada pemeriksaan darah didapatkan peningkatan kadar leukosit sebagai tanda adanya infeksi bakteri. Pemeriksaan penunjang lain adalah menggunakan USG abdomen bawah. Menegakkan diagnosis sedini mungkin sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi.

5. Batu Saluran Kemih
Jika wanita sering mengeluh nyeri perut tembus pinggang dan tidak reda oleh obat lambung, bisa saja itu adalah Kolik Ureter, yaitu nyeri yang disebabkan oleh gangguan di saluran kencing. Jika nyeri  di perut area bawah dan tengah bisa disebabkan oleh adanya batu di kandung kemih dan ureter. Tak hanya sebatas perut bagian bawah, jika nyeri perut bagian tengah hingga atas, kemungkinan ada batu di ginjal.  

6. Radang Usus Buntu
Selain radang panggul, infeksi dan batu saluran kencing, keluhan nyeri tajam di perut bagian bawah kanan, patut dicurigai adanya peradangan usus buntu atau Appendicitis. Ditandai adanya McBurney Sign (nyeri tekan di perut kanan bawah), demam, bisa disertai mual dan muntah.

7. Radang dan Batu Empedu
Radang empedu (Cholesistitis) dan Batu Empedu (Cholelithiasis) lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria. Nyeri tajam terus menerus di ulu hati dan perut kanan atas menjalar ke punggung, bisa disertai mual dan muntah. Ada empat faktor risiko terjadinya Batu Empedu yang dikenal dengan istilah 4F (Female, Forty, Fat, Fertile). Artinya wanita yang berusia 40 tahunan, gemuk dan subur lebih berisiko terkena Batu empedu.

8. Endometriosis
Otot rahim terdiri dari 3 lapisan, yaitu perimetrium (paling luar), miometrium (otot rahim), dan endometrium (bagian dalam rahim yang meluruh saat menstruasi). Ketika endometrium ini tumbuh di luar rahim atau di luar dari tempat semestinya, disebut Endometriosis. Lokasi yang sering adalah di indung telur dan sekitar panggul, sedangkan pada kasus yang jarang bisa ditemukan di otak dan paru. Meskipun bukan  penyakit yang mematikan, endometriosis dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan mengganggu kesuburan. Nyeri hebat yang tidak normal saat menstruasi sering dikeluhkan pada penderita endometriosis. Gejala lain yang dikeluhkan penderita endometriosis antara lain:
  • Nyeri panggul (perut bagian bawah) yang berlangsung lama
  • Nyeri menstruasi (dysmenorhea) yang hebat
  • Nyeri saat berhubungan seksual (dyspareunia)
  • Jumlah darah menstruasi yang berlebihan (Menorraghia)
Demikian 8 penyebab sakit perut yang sering terjadi pada wanita. masih ada beberapa penyakit lain yang juga bisa menyebabkan nyeri pada perut wanita.

Referensi
1. http://www.empowher.com
2.  Jong, Wim de dan R. Sjamsuhidayat. 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi Revisi. EGC : Jakarta.
3. http://www.healthline.com
4. http://www.netdoctor.co.uk/conditions/digestive-health/a11617/lower-abdominal-pain-in-women/
5. http://www.belmarrahealth.com/lower-abdominal-pain-women-causes-treatments/
6. https://patient.info/health/pelvic-pain-in-women


Thursday, August 31, 2017

8 Penyebab Sakit Perut Pada Pria

Baik pada pria dewasa maupun anak-anak, penyebab sakit perut cukup beragam. Untuk menentukan penyebabnya, dokter perlu memerlukan pemeriksaan fisik dan menilai karakteristik dari sakit perut tersebut. Bahkan bila perlu, pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan radiologi juga dilakukan. Berikut ini adalah beberapa penyebab timbulnya sakit perut pada pria.




1. Batu ginjal
Saluran kencing terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra.  Dalam dunia medis, batu ginjal diistilahkan dengan nama Nephrolithiasis. Nephro atau nefron adalah komponen dari ginjal yang berfungsi sebagai penyaring sedangkan Lithi berarti Batu. Jadi Nefrolithiasis adalah penyakit yang ditandai adanya batu pada nefron. Adanya batu pada ginjal ini menjadi salah satu penyebab tersering sakit perut. Meskipun demikian, sakit yang ditimbulkan oleh batu ginjal biasanya samar atau ringan. Karena samar dan ringan itulah, nyeri karena batu ginjal sering diabaikan. Tetapi seiring waktu, batu makin membesar membuat  nyeri makin hebat.  Kadang nyeri pada kasus batu ginjal, berawal dari pinggang, bukan dari arah perut.   

Batu Ginjal Nefrolithiasis
Gambar Batu dalam Ginjal

angka 1 batu dalam ginjal
angka 2 batu berada dalam ureter


Sifat dari nyeri pada kasus batu ginjal adalah tajam seperti tertusuk, menjalar ke belakang, hilang timbul, dan makin lama makin berat. Jika dibiarkan maka akan  menganggu fungsi ginjal bahkan bisa terjadi gagal ginjal. Untuk memastikan penyebabnya adalah batu ginjal, perlu pemeriksaan radiologi, misal foto ronsen perut.


2. Batu saluran Kemih
Batu saluran kemih atau kencing tidak hanya terbatas pada ureter, tetapi juga pada kandung kemih atau buli-buli. Ureter adalah sebuah saluran yang menghantarkan urin dari ginjal ke kandung kemih. Istilah medis penyakit batu dalam ureter disebut  Ureterolithiasis, sedangkan batu pada kandung kemih disebut Vesicolithiasis.  


Ciri nyeri pada batu saluran kemih ini adalah hilang timbul. Nyeri muncul ketika ureter berkontraksi untuk mengalirkan urin. Ketika urin yang dialirkan dari ginjal tertahan oleh batu, maka timbul rasa nyeri. Sakit perut yang hilang timbul karena batu saluran kemih disebut Kolik Ureter.  Sifat nyeri juga hampir sama dengan Batu ginjal, yaitu menjalar baik kearah belakang maupun ke bawah. 
Batu ureter dan Batu buli-buli
Batu Ureter (Ureterolithiasis) dan Batu Buli-buli (vesicolithiasis)

Jika batu masih berukuran kecil, batu bisa keluar dengan sendirinya baik dengan cara digelontor dengan minum air yang banyak atau menggunakan suplemen penghancur batu. Tetapi, jika ukuran besar maka memerlukan operasi bedah untuk mengeluarkannya. Karena, jika dibiarkan berlarut larut bisa menimbulkan kerusakan ginjal dan infeksi. Untuk mengetahui letak dan ukuran batu di saluran kemih ini memerlukan foto ronsen.

3. Radang Usus Buntu
Jika nyeri di area perut bawah kanan, patut dicurigai adanya peradangan usus buntu. Nyeri pada peradangan usus buntu ini mempunyai sifat menusuk tajam, terus menerus atau tidak hilang timbul, makin lama makin berat, bahkan penderita bisa kesakitan hingga membungkuk.  Yang khas dari penyakit ini adalah tanda Mc Burney, yaitu bila ditekan di perut bawah kanan, timbul tahanan dan penderita akan merasa kesakitan. Gejala lain yang menyertai adalah demam, dan kadang disertai diare. 

Radang Usus Buntu

Untuk menentukan bahwa nyeri perut tersebut disebabkan oleh peradangan usus buntu, memerlukan pemeriksaaan darah lengkap dan USG Abdomen. Jika curiga nyeri perut karena peradangan usus buntu, sebaiknya tidak diberi obat pereda nyeri karena bisa menyamarkan pemeriksaan. Apabila nyeri reda, maka penderita merasa sudah sembuh sehingga membiarkan peradangan tetap berlanjut. Akibatnya, usus buntu tersebut bisa pecah dan timbul penyebaran infeksi hingga peradangan meluas. Jika sudah dipastikan karena peradangan usus buntu, operasi dan antibiotik adalah solusi terbaik.

4. Infeksi saluran Kencing
Infeksi saluran kencing tidak hanya melulu berada di organ kelamin. Jika infeksi yang berasal dari saluran kemih bagian bawah atau organ kelamin ini, menyebar ke arah atas, maka akan timbul peradangan di saluran kemih bagian atas yang mana berada di area perut. Tak ayal jika terjadi infeksi hingga timbul peradangan di saluran kemih bagian atas, akan timbul nyeri perut. 

5. Irritable Bowel  Syndrome
Nyeri perut bagian bawah pada pria tak hanya  disebabkan infeksi saluran kemih, tetapi juga sering disebabkan oleh irritable Bowel  Syndrome (IBS). Sindrom ini merupakan penyakit kronis yang penanganannya rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Sering diabaikan karena hanya terjadi sesekali dan bisa dicetuskan oleh stress. Pada kasus IBS, sakit perut sering disertai diare dan konstipasi yang muncul bergantian.

6. Gangguan Hati
Gangguan hati banyak ragamnya, bisa berwujud peradangan atau hepatitis hingga tumor liver atau hepatoma. Nyeri yang ditimbulkan mirip nyeri disebabkan  gangguan lambungkarena letaknya berada di sekitar ulu hati. Bisa disertai mual muntah dan bisa disertai tanda ikterik atau kekuningan pada kulit dan mata. Bahkan jika kondisi parah, bisa timbul muntah darah. Sering ditemui pada pria yang sering konsumsi alkohol

7. Gangguan saluran Cerna
Nyeri yang dipicu gangguan saluran cerna juga beragam. Dari gangguan maag (lambung) yang ditandai nyeri sekitar ulu hati dan perut bagian kiri hingga gangguan pada usus. Nyeri perut pada gangguan lambung dapat ringan hingga berat. Kadang muncul jika terpicu sesuatu, misal makanan pedas atau asam, bahkan bisa disertai mual muntah. 

Ada beberapa gangguan usus yang bisa menimbulkan nyeri, yaitu: konstipasi dan diare. Konstipasi adalah gagalnya feses keluar. Hal ini bisa menyebabkan pembuntuan saluran usus, sehingga bisa menimbulkan rasa nyeri dan kembung. Begitu pula pada kasus diare, terjadi peningkatan gerak peristaltik usus yang bisa memicu nyeri.

Pada dinding usus besar terdapat suatu kantong kecil yang disebut Divertikel. Jika divertikel ini mengalami peradangan yang disebut Divertikulitis, maka bisa menyebabkan rasa nyeri pula, meskipun kasusnya jarang.

8. Batu Empedu
Meski lebih banyak terjadi pada wanita, Batu empedu atau choleltiasis juga  bisa dialami oleh pria. Sebenarnya batu empedu ini yang merupakan pengkristalan cairan empedu, kolesterol dan bilirubin ini jika masih di dalam kantong empedu, sering tidak menimbulkan gejala. Tetapi jika sudah berada di saluran empedu, sakitnya luar biasa. Bahkan seorang pria yang kekar pun, bisa terbungkuk menahan nyeri. Nyeri yang dirasakan bisa menjalar ke punggung dan umumnya timbul setelah makan-makanan yang berlemak. Tanda lain yang menyertai adalah menguningnya warna kulit dan bagian putih mata atau sklera. 


Meski sebagian besar nyeri perut tidaklah berbahaya, tetapi ada pula yang menandakan adanya gangguan organ perut yang fatal. Kadang serius tidaknya gangguan sebanding dengan nyeri yang dirasakan. JIka sakit perut disertai gejala dan tanda lainnya misal demam, sebaiknya segera ke dokter. Apalagi disertai muntah darah, BAB berdarah, Kencing tidak lancar ataupun berdarah, nyeri saat disentuh hingga sesak napas. 


Referensi
1. http://www.medicinenet.com
2. http://www.menshealth.com
3. http://medicalency.com/nephrolithiasis.htm
4. http://solomonurology.com/portfolio/kidney-stones/

Sunday, August 27, 2017

Penyebab Sakit Perut dan Cara Meredakannya

Sakit perut sering dialami oleh kita semua. Namun kebanyakan orang menganggap bahwa sakit perut adalah masalah lambung. Ternyata tidak semua sakit perut disebabkan oleh masalah di lambung. Penyebab sakit perut pada orang dewasa dan anak bisa berbeda, demikian juga pada pria dan wanita. Penyebab sakit perut bisa dilihat dari lokasi perut bagian mana yang terasa nyeri dan karakteristiknya. Berikut macam penyebab sakit perut dan tips meredakan sakit perut.

Penyebab Sakit Perut dan Cara Meredakannya
Ilustrasi Sakit Perut


Umumnya sensasi sakit perut ada 2 macam, yaitu nyeri dan rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman di perut diistilahkan dengan nama Dispepsia, ditandai dengan keluhan rasa sebah atau perut terasa penuh. Sedangkan Nyeri perut dalam istilah medisnya adalah Abdominal Pain. Pain berarti nyeri dan abdominal berarti perut. 

Karakteristik Nyeri Perut

Karakter nyeri perut ada beberapa macam, yaitu dimana lokasi nyeri tersebut muncul, apakah nyeri tersebut terlokalisir atau menjalar, nyeri perut tersebut hilang timbul ataukah menetap, muncul mendadak atau perlahan-lahan makin nyeri, dan apakah nyeri tersebut dipicu oleh sesuatu hal.  Semua karakter tersebut bisa menentukan penyebab dari nyeri tersebut.

Karakter dari abdominal pain ini adalah nyeri yang menetap, yang artinya nyeri dengan durasi yang lama, tidak hilang timbul. Sedangkan sakit perut yang munculnya hilang timbul disebut dengan istilah Kolik (cholic). Ada dua macam kolik yaitu Kolik Abdomen dan Kolik Ureter. Jika nyeri kolik disebabkan oleh organ-organ dan perut disebut kolik abdomen. Sedangkan Kolik yang disebabkan gangguan pada organ saluran kencing disebut Kolik ureter. Kolik Abdomen disini pun ada dua yaitu kolik usus yaitu jika penyebabnya adalah di usus, dan Kolik Bilier yang disebabkan oleh gangguan empedu.

Penyebab Nyeri Perut Berdasarkan Lokasi

Untuk mempermudah menentukan diagnosis, biasanya dokter membagi perut menjadi sembilan bagian, dengan membuat garis imajiner.
1. Bagian perut kanan atas
Penyebab nyeri perut: batu empedu, lambung, radang pancreas, radang hati
2. Bagian perut tengah atas
Penyebab nyeri perut: batu empedu, radang empedu, lambung, radang pancreas
3. Bagian perut atas kiri
Penyebab nyeri perut: Tukak lambung, tukak duodenum (usus duabelas jari), radang empedu
4. Bagian perut tengah kiri
Penyebab nyeri perut: Batu ginjal kiri, infeksi saluran kencing, konstipasi, batu ureter
5. Bagian perut tengah
Penyebab nyeri: Radang pancreas, tukak lambung, inflammatory bowel disease
6. Bagian perut tengah kanan
Penyebab nyeri: Batu ginjal kanan, batu ureter, konstipasi, inflammatory bowel disease, infeksi saluran pencernaan
7. Bagian perut bawah kanan
Penyebab nyeri: Radang usus buntu, konstipasi, nyeri hernia, nyeri organ reproduksi, batu saluran kencing, infeksi saluran kencing
8. Bagian perut bawah tengah
Penyebab nyeri: Infeksi saluran kencing, Batu kandung kemih, gangguan organ reproduksi, gangguan usus besar, hernia
9. Bagian perut bawah kiri
Penyebab nyeri: Infeksi saluran kencing, infeksi saluran pencernaan, batu saluran kencing, gangguan organ reproduksi, hernia.

Sembilan Area Perut Untuk Diagnosis
Sembilan Area Perut untuk Diagnosis

Masih banyak macam-macam penyakit yang mempunyai gejala nyeri perut selain yang disebutkan diatas, misal kanker atau tumor. Jika nyeri di seluruh lapang perut dan jika diraba perut terasa seperti papan, kemungkinan terjadi peradangan luas yang disebut dengan istilah Peritonitis. 


Hilang Timbul Ataukah Menetap

Yang dimaksud nyeri perut hilang timbul atau kolik ini adalah nyeri yang munculnya dalam durasi yang tidak lama kemudian hilang, lalu timbul lagi. Penyebab timbulkan kolik ini adalah karena kontraksi dari otot. Misal pada kasus nyeri pada organ reproduksi tatkala otot rahim berkontraksi meluruhkan darah menstruasi, dan pada kasus batu saluran kencing ketika kontraksi otot saluran kencing berusaha mengeluarkan batu dalam saluran tersebut. 

Nyeri perut yang menetap, adalah sensasi nyeri pada perut yang berlangsung lama tanpa jeda dan tidak reda tanpa obat pereda nyeri. Misal pada kasus Appendicitis atau Radang Usus Buntu.

Terlokalisir atau Menjalar

Nyeri perut yang terlokalisir adalah nyeri yang menetap, contoh: nyeri pada radang usus buntu atau appendicitis di perut bawah kanan; nyeri pada organ reproduksi misal Salphingitis dan Kehamilan Ektopik Terganggu (Hamil di luar Kandungan). Sedangkan Nyeri menjalar atau Referred pain adalah nyeri yang muncul bisa berpindah, misal pada kasus Batu saluran kencing ataupun batu ginjal, yang mana nyeri awalnya di perut bagian tengah kanan atau kiri kemudian nyeri tersebut terasa menjalar tembus ke belakang (ke pinggang) atau menjalar ke bawah. 

Nyeri karena suatu hal

Nyeri perut tak semuanya disebabkan oleh organ dalam perut. Pemicu sakit perut dari luar misalnya adalah kram otot perut atau bisa juga dipicu oleh batuk. Penyebab lain adalah trauma, misal karena terkena pukulan atau tusukan.

Apakah nyeri perut harus ke dokter?

Tidak semua nyeri perut harus ke dokter. Tetapi jika disertai tanda dan gejala berikut: demam, sesak, sering muntah, badan lemas, kulit mulai keriput, BAB dan muntah darah, tidak bisa kentut, kencing darah, dan nyeri perut bagian bawah kanan, nyeri sentuh di seluruh lapang perut, dan perut teraba keras seperti papan, sebaiknya harus segera ke dokter.


Cara sehat untuk meredakan nyeri perut

Jika sakit perut terasa ringan tanpa disertai gejala dan tanda diatas,  berikut cara untuk meredakan sakit perut.
  1. Minum air hangat
  2. Makan makanan yang lunak selama beberapa jam
  3. Tingkatkan frekwensi makan dengan menurunkan takaran makanan (makan sedikit tetapi sering)
  4. Hindari konsumsi produk yang mengandung susu dan keju
  5. Hindari konsumsi kopi, alcohol, minuman soda, pedas, berminyak dan asam
  6. Konsumsi obat Antasida dan Omeprazole
  7. Hindari obat-obat antinyeri golongan NSID, misal Asam mefenamat, ibuprofen, Natrium diklofenak. Lebih aman menggunakan parasetamol.
  8. Hindari pijat perut.


Jika sakit perut tidak kunjung reda, hingga berhari-hari, sebaiknya konsultasi ke dokter supaya penyebab pastinya dapat diketahui. Tingkat keparahan nyeri tidak mencerminkan keparahan penyakit.

Thursday, August 24, 2017

Produk Mempercepat Penyembuhan Luka dan Mencegah Kontraktur Kulit

Luka atau defek yang luas, masih menjadi masalah di dunia medis. Tak hanya perihal  infeksi, estetika pun masih menjadi masalah, hingga memerlukan cangkok kulit atau skingraft untuk menutup luka tersebut. Dalam cangkok kulitpun masih ada masalah lagi yaitu proses penyembuhan lukanya serta komplikasi dari cangkok kulit yaitu kontraktur kulit. Lalu bagaimana cara mempercepat penyembuhan luka dan mencegah timbulnya kontraktur pada cangkok kulit?

Sekarang banyak ditemukan produk yang membantu proses penyembuhan luka secara cepat. Produk-produk tersebut mengandung komponen “faktor pertumbuhan” atau growth faktor. Faktor pertumbuhan tersebut terkandung dalam keping darah atau trombosit. Tidak hanya berfungsi sebagai penghasil faktor pertumbuhan, Trombosit juga  berperan dalam proses pembekuan darah sehingga berfungsi menghentikan perdarahan. 
Platelet Rich Plasma
Platelet Rich Plasma

Salah satu produk yang digunakan dalam proses penyembuhan luka adalah Platelet Rich Plasma atau yang lebih dikenal dengan nama PRP. Platelet Rich Plasma atau yang artinya cairan plasma yang kaya akan kandungan platelet,  merupakan larutan yang memiliki konsentrat trombosit autologus yang tinggi. Diharapkan banyak faktor pertumbuhan dilepaskan untuk mempercepat pertumbuhan sel di lokasi luka sehingga luka segera cepat sembuh.

Saat ini juga telah dikembangkan produk yang mempunyai struktur yang lebih padat dan lentur, yaitu PRFM (Platelet Rich Fibrin Matrix). Sesuai namanya , PRFM kaya akan Fibrin Matrix atau matrik serat yang berguna untuk membentuk sel yang lebih lentur.

Pada kasus operasi plastik, misal kasus luka yang terbuka lebar dan  sulit untuk ditutup langsung hanya sekedar menggunakan jahitan sederhana sehingga memerlukan kulit dari tempat lain kemudian ditanam di luka tersebut.  Cangkok kulit dengan ketebalan yang tipis, atau istilahnya STSG (Split Thick Ness Skin Graft) banyak digunakan pada operasi rekonstruksi untuk  menutup defek atau luka yang luas. Sayangnya STSG mempunyai kekurangan yaitu mudah terjadi kontraktur. Semakin tipis, semakin mudah terjadi kontraktur. Kontraktur kulit adalah kondisi pemendekan permanen kulit dan jaringan dibawahnya yang menyebabkan keterbatasan gerak dan deformitas atau perubahan bentuk.

Kontraktur kulit Obat Mempercepat Penyembuhan Luka dan Mencegah Kontraktur Kulit
Kontraktur Kulit

Dr. Mirta Hediyati Reksodiputro, SpTHT-KL(K)
Dr. Mirta Hediyati Reksodiputro, SpTHT-KL(K)
Dengan pemberian PRFM diharapkan faktor pertumbuhan yang dikandungnya, mempercepat proses penyembuhan cangkok kulit dan mengurangi timbulnya kontraktur. Menurut Dr. Mirta Hediyati Reksodiputro, SpTHT-KL(K), staf Divisi Plastik Rekonstruksi RSCM bahwa PRFM merupakan generasi terbaru konsentrat trombosit yang menghasilkan fibrin yang alami. Selain itu, PRFM juga berperan sebagai kerangka atau scaffold yang akan membantu melokalisasi faktor pertumbuhan.


Referensi
1. https://synapse.koreamed.org
2. Majalah Dokter Kita Agustus 2014

Monday, August 21, 2017

Asiklovir Bukanlah Obat Gatal

“Dok, obat gatal yang paling bagus dan ampuh apa ya?, saya menderita gatal-gatal dan sudah saya beri salep asiklovir tapi tak kunjung sembuh”. Pertanyaan dan keluhan ini sering disampaikan oleh masyarakat awam.  Sering masyarakat awam mengobati setiap penyakit gatal dengan obat asiklovir. Sebenarnya apa itu Asiklovir hingga banyak orang menjadikan sebagai obat untuk gatal-gatal.  Yuk! kita mengenal apa itu Asiklovir.

Terkenal sebagai obat Herpes

Penyakit kulit ada banyak macam dan beraneka penyebabnya. Ada yang disebabkan oleh alergi, gangguan imunitas, bakteri, virus, maupun jamur.  Supaya penyakit gatal dapat sembuh dengan baik, maka diperlukan pengobatan yang tepat. Jika  penyakit gatal tersebut disebabkan oleh jamur, misal panu, maka diberi obat antijamur. Begitu pula dengan Herpes yang disebabkan oleh virus maka diperlukan obat antivirus. Dalam pengobatan penyakit kulit tidak hanya memerlukan obat untuk mengatasi penyebabnya, obat untuk mengatasi reaksi atau sensasi gatalnya juga diperlukan, yaitu antihistamin dan obat golongan kortikosteroid.  

Herpes Zoster dokter tubagus
Gambar: Herpes Zoster


Penyakit kulit karena infeksi  virus yang banyak diderita masyarakat Indonesia  adalah Herpes, morbili atau campak, dan Varicella. Varicella (baca: varisela) dikenal di Indonesia dengan nama Cacar air atau Cangkrangen. Penyakit Herpes ada dua jenis yaitu Herpes Zoster dan Herpes Simpleks. Penyakit Herpes Zoster adalah penyakit kulit yang merupakan sekuel atau lanjutan dari Varicella. Jadi jika seseorang terkena cacar air atau varicella dan sudah sembuh, maka berikutnya, jika terinfeksi virus varicella lagi, dia tidak akan menderita varicella, tetapi akan menderita Herpes Zoster. Nama lain dari Herpes Zoster adalah Shingles, Cacar ular, dan Dompo. Sedangkan Herpes Simplex ada dua tipe, yaitu tipe I dan tipe II. Herpes Simpleks tipe I adalah herpes yang berlokasi di area mulut, istilah inggrisnya adalah COLD SORES. Sedangkan Herpes Simpleks tipe II berlokasi di organ kelamin, yang dikenal dengan Herpes Genital.

Tergolong obat antivirus

Meskipun digunakan untuk penyakit kulit, asiklovir bukanlah obat gatal. Acyclovir (baca:Asiklovir) sebenarnya adalah obat golongan antivirus yang  cara kerjanya  spesifik menghambat replikasi dan pembentukan DNA (gen) virus Herpes dan varicella-zooster, sehingga asiklovir dijadikan DOC (Drug of Choice) atau obat pilihan untuk infeksi varicella dan Herpes.  Tidak hanya itu, asiklovir mempercepat penyembuhan kulit yang melepuh serta  mencegah berulangnya infeksi herpes. Ada beberapa obat yang segolongan dengan Asiklovir, yaitu Famciclovir dan Valaciclovir. Baik ketiganya mempunyai nama paten yang berbeda meskipun fungsinya sama.

Sayangnya,  Acyclovir tidak bisa membunuh  virus sepenuhnya dari dalam tubuh,  dan  tidak bisa mencegah penularan virus. Perlu diketahui bahwa herpes dan varicella disebabkan oleh virus, jadi  meskipun penderita sudah atau sedang mengonsumsi asiklovir, tetap saja menular. 

Macam Sediaan Asiklovir Dokter Tubagus
Gambar Sediaan Asiklovir: A. Asiklovir Injeksi, B. Asiklovir Sirup, C. Asiklovir Tablet


Terdapat 3 macam sediaan obat Asiklovir di pasaran yaitu sediaan oral (yang diminum), sediaan topikal (yang dioles), dan sediaan injeksi atau suntikan. Sediaan oral ada dua macam yaitu tablet dan sirup dengan sediaan dosis 100 mg, 200 mg, dan 400 mg. Sediaan topical ada dua macam juga yaitu sediaan salep atau ointment dan krim. Kadar asiklovir topical ada dua yaitu kadar 5% dan 3%. Untuk krim atau salep yang kadarnya 5% bisa dioleskan untuk kulit yang terkena varicella dan herpes, 5-7 kali sehari selama 4 hari. 

Asiklovir Topikal krim dan salep
Asiklovir Topikal: A. Asiklovir Krim, B. Asiklovir Salep


Aman bagi ibu hamil

Penggunaan obat asiklovir baik dalam bentuk oral maupun topikal, pada masa kehamilan relatif aman. Obat Asiklovir termasuk kategori B, yaitu obat yang secara penelitian pada hewan percobaan tidak menimbulkan risiko bagi janin tetapi belum ada penelitian terkontrol pada ibu hamil yang menunjukkan efek pada janin atau obat yang secara penelitian pada hewan sudah menunjukkan efek pada janin tetapi studi pada ibu hamil secara langsung belum risiko terhadap janin.  Penggunaan asiklovir topikal lebih aman daripada penggunaan sediaan oral. Untuk keamanan, bagi ibu hamil yang menderita cacar air, herpes zoster maupun herpes simplek, sebaiknya konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Efek Samping

Tiap individu tidak sama, efek samping bisa muncul atau tidak. Efek  samping asiklovir oral umumnya ringan, misal: mual, pusing hingga diare. Tetapi jika muncul reaksi alergi atau efek samping yang serius, misal: kejang, bibir atau kelopak mata bagian dalam yang melepuh dan sesak napas, maka segera hentikan pemberian asiklovir dan bawa ke rumah sakit.

Aturan pemakaian Acyclovir

  1. Supaya kerja lebih optimal, Asiklovir harus segera diberikan sedini mungkin, yaitu gejala baru muncul. 
  2. Dosis pemberian asiklovir oral tergantung jenis penyakitnya, jika menderita  Varicella atau cacar air dan herpes zoster, maka dosisnya adalah  4000 mg/hari terbagi dalam 2-5 kali dalam 5-7 hari. Sedangkan dosis untuk anak adalah 20 mg/kgBB per pemberian, empat kali sehari selama 5-7 hari. Untuk mencegah kekambuhan herpes simplek genital (herpes kelamin), bisa diminum hingga selama 12 bulan.
  3. Cara mengoleskan Asiklovir topikal Krim biasanya 5 kali sehari dalam 4 hari, sedangkan yang salep atau ointment adalah 6 kali sehari selama 7 hari.
  4. Ketika mengoleskan salep atau krim ke luka, lebih baik disentuhkan saja daripada digosok. Jangan mengoleskan asiklovir krim untuk herpes kelamin, tetapi  gunakanlah Asiklovir yang salep (ointment). Oleskan 6 kali sehari atau tiap 3 jam. Lanjutkan hingga tiga hari setelah herpes sembuh.
  5. Jangan mengoleskan asiklovir topikal secara bersamaan atau pada lokasi yang sama dengan kosmetik, seperti sun screen dan sunblock
  6. Hentikan pemberian asiklovir jika muncul alergi maupun efek samping , yaitu: Kejang, bengkak melepuh di sekujur tubuh ataupun di bagian lapisan mukosa, misal bibir atau  kelopak mata bagian dalam.
Referensi
1.    http://www.medicinesinpregnancy.org
2.    https://www.drugs.com/pregnancy/acyclovir.html
3.    http://www.aafp.org/afp/2011/0801/p320a.html
4.    http://www.farmasiana.com/acyclovir/acyclovir/
5.    Majalah Dokterkita